Teks Ulasan
Judul
Cerpen : Gadis Kecil Beralis Tebal
Bermata Cemerlang
Penulis : A. Mustofa Bisri
Cerpen
ini dimulai dari seorang pemuda yang berada di dalam kereta api untuk melakukan
perjalanan ke suatu kota. Pemuda itu melihat seorang gadis kecil beralis tebal
yang berdiri di peron seorang diri tanpa siapapun. Gadis itu terus menatap kearah
pemuda yang berada di dalam kereta. Awalnya pemuda itu hanya merasa mungkin
saja gadis itu melihat seorang lain, tentu bukan pemuda itu. Namun seiring berjalannya
kereta, pemuda itu baru menyadari bahwa pandangan gadis kecil itu sedari tadi
terus tertuju padanya, bukan orang lain. Pemuda itu membalas tatapan gadis
kecil dengan mengharap senyum dari gadis kecil, namun ternyata gadis itu sama
sekali tidak tersenyum bahkan sedikitpun. Gadis itu hanya terus memandang
pemuda hanya dengan mata cemerlangny dan wajah tanpa ekspresi apapun yang bisa
ditebak oleh pemuda.
Karena
pandangan gadis kecil di stasiun kereta, meskipun kereta yang di tumpangi oleh
pemuda telah berangkat, namun wajaah manis gadis kecil di stasiun tadi cukup
membuat pemuda itu terus terngiang dan tidak hilang dari benak pemuda itu. Dalam
perjalanan, Pemuda itu merasa terus teringat akan wajah gadis di stasiun, baik
ketika kondektur memeriksa tiket, kru KA menyuguhkan makan malam, hingga dia
tertidur, selama itu pemuda terus teringat wajah manis gadis kecil di stasiun.
Suatu
ketika pemuda itu telah tiba di kota tujuan, ia berkunjung ke rumah temannya,
karena ia sudah pernah berjanji maka ia menepatinya. Disamping itu, temannya
juga berjanji akan mengenalkannya dengan adik temannya yang menurut cerita
cantik layaknya bintang film india. Pemuda itu naik taksi untuk sampai ke rumah
temannya. Singakat cerita, pemuda itu telah sampai di rumah temannya, Sahlan
namanya. Di rumah itu hanya ada Sahlan dan adiknya (katanya), karena kedua
orang tua Sahlan sedang mudik. Sesampainya di rumah Sahlan, pemuda itu dijamu
layaknya tamu, kemudian ia mandi. Ketika mandi, pemuda itu mendengar suara
wanita menyanyi lagu india, pemudan itu menyimpulkan bahwa itu suara adik
Sahlan yang akan di kenalkan dengannya.
Selepas
mandi, pemuda itu masuk kamar yang telah di sediakan oleh Sahlan. Terdengar suara
Sahlan mengajaknya untuk makan bersama, ia mengiyakan kemudian keluar dari
kamar. Betapa dia terkejut, ketika keluar kamar ia menemui sesosok Perempuan manis
yang menurutnya hampir mirip dengan Gadis kecil yang di jumpainya di Stasiun. Pemuda
itu bertanya dalam hatinya, apakah Perempuan itu ibu dari Gadis kecil? Namun ia
terlalu muda untuk disebut seorang ibu, Ataukah Perempuan itu kakak Gadis
kecil? Namun sahlan mengatakan hanya memiliki seorang adik. Pemuda duduk dengan
salah tingkah, dia berusaha mengendalikan dirinya di depan Sahlan.
Singkatnya
mereka makan, sebelum makan, Sahlan memperkenalkan Perempuan itu. Perempuan itu
bernama Shakila, ia merupakan Adik ketemu gede, istrinya Sahlan. Seketika
Pemuda itu kaget, karena Perempuan yang ia kagumi sedari tadi ternyata istri
Sahlan, bukan adiknya. Selepas makan, Sahlan menceritakan sedikit tentang
istrinya, istrinya jarang berbicara, bersuara hanya ketika ia menyanyi lagu
india saja, Perempuan itu lebih sering menggunakan matanya daripada mulutnya
untuk berkomunikasi. Seketika Pemuda itu ingat akan Gadis kecil yang
dijumpainya di Stasiun KA. Sahlan menceritakan sedikit tentang pertemuannya
dengan istrinya itu, mereka bertemu juga di Stasiun yang sama dimana Pemuda itu
berjumpa dengan Gadis Kecil. Sahlan bertemu dengan istrinya dengan saling
melempar senyum, hingga suatu hari Sahlan di kenalkan oleh ibunya dengan
seorang Perempuan. Betapa terkejutnya Sahlan bahwa Perempuan itu merupakan Perempuan
yang ia jumpai di Stasiun KA. Akhirnya Sahlan dan Perempuan itu menikah. Di tengah-tengah
asiknya Sahlan bercerita, perhatian Pemuda itu tidak lagi terfokus pada Sahlan,
melainkan pada Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang yang ia jumpai di
Stasiun, entah dari mana datangnya gadis itu, tiba-tiba ada di sekitar Pemuda
itu dan tersenyum manis.
Akhir
dari cerita ini masih membingungkan karena tiba-tiba Gadis kecil itu hadir di
sekitar pemuda entah dari mana datangnya. Penyebab kenapa Istri Sahlan dan
Gadis Kecil lebih menggunakan mata untuk berbicara juga sulit di mengerti. Yang
terlihat dari cerpen ini, ketika itu sudah jodoh, maka bagaimanapun caranya
Tuhan pasti akan menyatukan dengan cara-Nya.
